Sastra Tulis Jepang Pertama: Kojiki & Nihon Shoki

Sumber tulisan: Sastera Jepang Sekilas Mata oleh Nio Joe Lan (1964: Gunung Agung; Jakarta) Dilarang mengkormersilkan tulisan ini. Silakan gunakan sebagai bahan refensi ataupun bahan penambah wawasan. Mohon maaf jika ada kesalahan tulis atau EYD. Jangan copy-paste buat repost, ya ^^

RINGKASAN BAB II

HASIL SATRA TERTULIS JEPANG PERTAMA

Bersifat Sejarah, KOJIKI dan NIHON SHOKI

Kojiki dan Nihon Shoki (Nihongi)

Sumber: http://bhoffert.faculty.noctrl.edu/REL100/Kojiki.Nihonshoki.png


Bab ini bercerita menganai “apakah karya tulis pertama di Jepang?” “Membahasa tentang apakah karya tulis pertama di Jepang?” “Siapa dan bagaimana proses pembuatannya?” “Apa isinya?”


(Nio Joe Lan, 1964: 16)

Setelah masyarakat Jepang mengenal tulisan China, maka terbukalah pemikiran masyarakat Jepang untuk membukukan hal-hal yang diperlukan, supaya tidak dilupakan oleh generasi kemudian, ataupun untuk diturunkan kepada generasi kemudian. (Nio Joe Lan, 1964: 16)

Disebutkan bahwa karya tertulis pertama bangsa Jepang yang tertua adalah dua buku dibidang sejarah, Yaitu, Kojiki dan Nihon Shoki. Kojiki berarti “Catatan-Catatan Kuno”, dan diterbitkan pada tahun 712. Sedangkan Nihon Shoki berarti “Catatan-Catatan Jepang”, dan diterbitkan pada tahun 720.

“Pasti sudah ada keksusastraan lisan pada masa sebelum buku-buku ini. Tetapi hanya setelah orang Jepang menguasai ilmu menulis China, yang dimasukkan pertama kali pada abad ke-6, barulah sajak-sajak dan dongeng-dongeng tradisional dapat tersimpan terus,” demikian diakui dengan resmi dalam Facts about Japan yang diterbitkan oleh Bagian Penerangan Umum dan Soal-soal Keduayaan Kementrian Luar Negeri Jepang, no.21-E 10, Januari, dengan judul “Literature”. (Nio Joe Lan, 1964: 16)

Kedua buku pertama berkaitan dengan sejarah juga merupakan suatu pengaruh dari China. Di China sendiri sejarah mendapat kedudukan yang tinggi, di mana kedudukan tersebut hampir sama tinggi dengan sajak.

“Juga Dr. Erwin O. Reischauer memandang kenyataan, bahwa buku pertama yang diterbitkan di Jepang terletak di bidang sejarah, sebagai suatu gejala pengaruh China. Ia lebih jauh berpendapat: ‘Oleh karena Jepang dalam matanya sendiri adalah sebuah kerajaan menurut model China, maka jelaslah ia membutuhkan sebuah sejarah resmi.’” (Nio Joe Lan, 1964: 16-17)

(Nio Joe Lan, 1964: 17)

Kojiki ditulis dalam huruf China yang hanya memanfaatkan bunyinya saja. Kemudian, 8 tahun setelah penerbitan Kojiki, yaitu pada tahun 720 terbitlah Nihon Shoki yang disingkat dengan Nihongi. Namun, dalam penulisannya, Nihon Shoki (Nihongi) ditulis sebenuhnya dalam bahasa China.

Penyusunan Kojiki

Atas perintah kaisar Tenmu Tenno (672-686), yaitu kaisar yang ke-40, dibuatlah Kojiki. Pada tahun sebelumnya, yaitu tahun 620, dibawah perintah Pangeran Shotoku (573-621) –pada masa kekaisaran Putri Suiko- sudah disusun sebuah sejarah nasional dengan kerjasama berbagai sarjana. Namun, hasil pangeran tersebut sudah lenyap. (Nio Joe Lan, 1964: 17)

(Nio Joe Lan, 1964:18)

Penyusunan buku Kojiki dan Nihon Shoki adalah karena suatu kebutuhan untuk mempunyai sebuah buku sejarah, yang telah lama dirasakan. (Introduction to Classic Japanese Literature, hal, 5-6 via Nio Joe Lan, 1964: 17)

“Kaisar itu lalu memilih sejumlah tradisi sejarah otentik, yang sampai pada waktu itu turun-temurun dengan cara lisan, dan menyerakannya kepada Hiyeda no Are, yang mendapatkan tugas membukukannya. Tetapi Hiyeda no Are tidak berhasil dalam kewajibannya itu. … (Nio Joe Lan, 1964: 18)”

Hiyeda no Are adalah seseorang yang cerdas. Namun dikatakan, tidak diketahui apakah dia seorang pria ataupun wanita.

“Kemudian di tahun 711 pada masa pemerintahan kaisar puteri Genmei (707-715), seorang sarjana terbesar pada masa itu, O no Yasumaro (meninggal tahun 723) diperintakan mencatat peraturan-peraturan kebiasaan, yang telah disusun oleh Hiyeda no Are, dalam bentuk buku. O no Yasumaro menyelesaikan pekerjaanya ini di tahun berikutnya, tahun 712. Inilah versi yang diberikan oleh Kokusai Bunka Shinkokai (Introduction to Classic Japanese Literature, Hal. 6)” (Nio Joe Lan, 1964: 18)

Versi Lain:

Dari The Offical Guide diceritakan sebuah versi yang berbeda. Menurut buku tersebut, Kaisar Mommu telah memeriksa dongeng-dongeng yang beredar pada waktu itu dan memperbaikinya. Ia lalu menceritakannya ke Hiyeda no Are yang memiliki ingatan kuat. Namun, sebelum semua cerita selesai diceritakannya, Hiyeda no Are wafat. Kaisar Puteri Gemmyo lalu mengambil alih pekerjaan itu. Kaisar puteri ini memerintahkan O no Yasumaro, yang pendai bahasa China, menuliskan catatan itu, berdasarkan apa yang Hiyeda no Are telah ceritakan kepadanya. Dengan begitu dalam rangkain Kojiki telah turut ambil bagian Kaisar Mommu, Hiyeda no Are dan O no Yasumaro.

Penulisan Nihon Shoki

Selain memberi perintah untuk membuat Kojiki, Kaisar Tenmu juga memerintahkan untuk membuat Nihon Shoki (Nihongi). Tugas itu diserahkan kepada Kewashima no Oji (meninggal pada tahun 691). Usaha ini diselesaikan oleh anak sang Kaisar, yang bernama Toneri Shinno (6760735), pada tahun 720 dimasa kepemimpinan Kaisar Puteri Gensho (715-724).

Kojiki dan Nihon Shoki mempunyai ari besar

(Nio Joe Lan, 1964: 19)

Kojiki dan Nihon Shoki sangat penting bagi orang Jepang. Kedua buku ini berisi banyak dongen yang bukanlah sekedar dongeng biasa. Dongeng yang tercantung pada ke dua buku tersebut berhubungan dengan terjadinya bangsa Jepang.

Kokusai Bunka Shinkokai menunjukkan dalam penerbitannya: ‘oleh karena keduanya telah disusun dengan maksud memaparkan sejarah bangsa Jepang dan menerangkan penyusunan negara Jepang dari intisari sitem pemerintahan nasional, buku-buku ini sangat penting bagi Jepang dan rakyatnya. Tidak mungkin dilakukan suatu studi tentang sejarah zaman purba Jepang, kecuali apabila didasarkan atas penuturan yang diberikan di dalam buku ini. (Nio Joe Lan, 1964: 19)

Keduanya sama-sama dimulai dengan cerita mengenai terciptanya dunia. Kojiki berakhir dengan catatan tentang pemerintahan Kaisar Puteri Suiko (592-628), yang merupakan kepala pemerintahan ke-33. Sedangkan Nihon Shoki sampai pada pemerintahan Kaisar Puteri Jito (687-702), yaitu tahun 697. Kojiki hanya memberikan cerita mengenai kisah dewa-dewa. Sedangkan Nihon Shoki juga menceritakan dongeng-dongen tambahan lainnya. Dalam Nihon Shoki banyak menceritakan mengenai hubungan Jepang dengan Korea dan China. Hal terpenting yang disebutkan oleh Kokusai Bunka Shinkoi adalah pernyataan (Nio Joe Lan, 1964: 20):

                Kojiki dimaksudkan untuk pemakaian orang Jepang sendiri.

                Nihon Shoki memikili arti internasional yang lebih besar.

(cerita-cerita yang ada di Kojiki dan Nihon Shoki akan menyusul di posting)

Kojiki dan Nihon Shoki adalah lukisan-lukisan sejarah yang agak dapat dipercaya untuk zaman sejak kira-kira tahun 400 dan seterusnya. Buku-buku ini berisikan banyak mitologi, dan trasisi sejarah dari zaman-zaman dimuka itu, yang memancarkan banyak cahaya atas kepercayaan Jepang primitif dan pembangunan-pembangunan yang lebih maju dari China.” (Nio Joe Lan, 1964: 19)

Penilaian Kojiki dan Nihon Shoki (Nihongi)

Kedua buku tersebut, adalah buku yang berisi dongeng sejarah dan juga merupakan sejarah dongeng. Dongen sejarah, karena kedua buku ini berisikan dongeng-dongeng yang bersendikan sejarah, dan sejarah dongeng karena kedua buku tersebut adalah sejarah yang bersumber pada dongeng. Kedudukan kedua buku ini penting bagi masyarakat Jepang karena berisikan sumber kekuasaan dan peradaban Jepang, walau antara dongeng dan kenyataan saling jalin menjalin dengan erat sekali (Nio Joe Lan, 1964: 24)

Dalam pengutaraan Kokusai Bunkai Shinkokai ditulis: “Demikianlah pentingnya dongeng-dongen ini pada dahulu kala, sebagaimana pada dewasa ini, dan mungkin juga di hari yang mendatang”. (Nio Joe Lan, 1964: 25)


Nadia W. Ummah. 16 September 2015. Yogyakarta

Ringkasan buku: Sastera Djepang Sekilas Mata (Nio Joe Lan. 1964. Sastera Djepang Sekilas Mata. Gunung Agung. Djakarta) (BAB II)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s